[FANFICTION] Sign

hyb

Sign

Lee Jongsuk

Length : Drabble

Genre : Fluff

Rating : Teen

 

Kau menungguku di ujung taman. Setelah kau menyelipkan sebuah undangan untukku, disela-sela buku belajar yang kutekuni. Daun kering yang kau tulisi dengan rapi, menggelitik kedua kakiku untuk menanggapi.

Dengan segenap cinta tanpa ke egoisan

 menunggumu di bangku taman

Jong Suk

Kepalaku melongok lagi. Mengabsen secara runtut pohon pinus disekeliling lapangan. Mencari-cari sosok mu yang tak kunjung menyapa indraku. Ah, aku terkejut. Bahkan sebelum aku mengatakan Ya padamu. Kau sudah duduk di bangku itu. Terpatri dalam lingkaran penantian yang menjemukan.

Suara sepatuku berhentak seirama. Tap tap tap begitulah jika kugambarkan. Tak peduli solnya yang mulai aus, sepatu kecil bertali kupu-kupu itu berdentum layaknya debar jantungku saat ini. Jarak kita cukup jauh, tapi aku merasa kau sangat dekat. Bahkan lebih dekat dari jantungku sendiri. Yang saat ini ingin meledak dan melonjak-lonjak.

Bibirku tersungging tatkala sosokmu dapat kugapai dari kedua iris ini. Parasmu yang putih dan tubuhmu yang atletis menggelitik bibir ini untuk berkata. Sekedar menyapamu mungkin.

Aku duduk disampingmu saat kau menepuk ruang kosong disampingmu. Aku tahu memang bangku itu kosong. Setidaknya indra penglihatanku begitu. Tetapi hatiku tidak. Seluruh ruang yang ada di sekelilingmu penuh. Penuh dengan luapan perasaan dan kharisma yang menggebu-gebu.

Kakaiku bergerak tak beraturan. Kau tak kunjung menlontarkan sebuah pertanyaan. Bahkan sapaan pun tak jua kau layangkan. Aku harus berbuat apa.

Hinggaa aku merasa mengangkat kaki dan berlari adalah keputusan yang tepat. Aku berjinjit dan kau belum menatapku. Aku sepenuhnya berdiri kaupun belum menatapku. Getaran dalam jiwaku mulai melemah. Terganti dengan urat-urat yang bergetak marah. Kau mengacuhkanku. Sepatuku mengorek tanah hingga membekas di langkah kakiku yang semakin menjauh.

“Tunggu! Kau meninggalkan sesuatu.”

Teriakmu yang sangat ku tunggu. Aku memegangi hati yang kembali berdentum-dentum. Menyalurkan ultimatum agar aku memutar badanku dan melihat ke arahmu.

Kau membentuk hati dengan kedua tanganmu

Leave Your Review Here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s