[FANFICTION] (Ficlet) Top Secret

Poster FF Top Secret

a mini fanfiction by

astriadhima

(@astria_dhima)

Top Secret

Main Cast : Yura [Girl’s Day], Jong Ahjussi [OC]

Ficlet | Fantasy, slight! Horror, Life, Hurt | G

Summary : Kau setan yang sebenarnya

©pinkmonster

.

“Aku baik-baik saja.” Dengan tangan penuh dengan setumpukan piring, aku menatap Jong Ahjussi. Dia mengenakan mantel hitam serta kaos kaki panjang. Aku mengernyit saat ia mengeluarkan sebuah benda dari sakunya. “Taruhlah dan datanglah kemari.” Ia melambaikan tangan sebagai isyarat agar aku mendekatinya. Ku lakukan, aku meletakkan setumpuk piring itu diatas meja.

Jong Ahjussi duduk disebuah kursi disamping jendela, aku melangkah ke arahnya. “Suatu saat kau pasti membutuhkan ini.” Batu se-hijau zamrud yang menempel pada sebuah gelang berkilau anggun. Aku memandangnya, masih tak mengerti. “Anggun namun keras. Sebagai penangkal setan.” Ia menjelaskan. Di raihnya tangan kananku. Ia melingkarkan benda itu di pergelangan tanganku. Sebagai balasan aku hanya mengangguk.

Ia bangkit. Sejenak ia menatap wajahku. “Makanlah yang banyak,” ia berbalik lalu pergi. Salju diluar rumah benar-benar menelannya. Aku mengangkat tangan, melambai namun tak terlihat begitu karena aku cukup lemah. Tiba-tiba bulu halus yang ada di leherku berdiri. Aku terjaga, mewaspadai setiap gerakan. Ku layangkan pandanganku. Meja, kursi, piring dan jendela tak ada yang berubah posisi. Aku mengusap pipiku. “Aku merasa ada sesuatu. Merah dan mengancam. Aku coba menenangkan diri dengan menggosok kedua tanganku. “Ah” aku menjerit. Gelang itu terasa panas dan menyengat tanganku selama beberapa detik. “Ancaman”, aku berbisik.

 

14 tahun kemudian..                  

Masa kecil Yura berlalu dengan stabil. Setiap hari ia merajut untaian benang wol yang di belinya dari Bibi Mo yang ada di pasar. Setelah menjahitnya menjadi baju hangat, dasi dan topi rajut ia akan mengembalikannya pada Bibi Mo untuk dijual. Begitulah seterusnya. Hingga kini Yura telah tumbuh dewasa, uang hasil bekerjanya yang dulu hanya untuk membeli makan dan mainan, kini ia lebih menggunakan uangnya untuk membeli gincu dan perhiasan murah. Cincin dan gelang-gelang murahan berjajar rapi di nakasnya. Acap kali saat ia bepergian ke kota ia memakai lebih dari lima perhiasan sekaligus.

Hari ini ia sengaja pergi ke kota untuk menemui seseorang. Seseorang yang 14 tahun lalu pernah memberikan sebuah gelang padanya. Katanya untuk menangkal setan. Namun Yura tak mengerti. Sepanjang hidupnya ia tak pernah berjumpa dengan setan. Lalu untuk apa gelang itu ada? Apa setan-setan itu takut mendekat karena gelang itu? Ah, Yura tak peduli. Cukup baginya melingkarkan gelang itu di pergelangan tangannya hingga saat ini.

Pintu kedai berderit, menampilkan sosok lelaki paruh baya yang mulai bungkuk. Wajahnya bergelambir namun masih terlihat tampan untuk lelaki seusianya. Tampilannya masih nyentrik, dengan mantel hitam dan kaos kaki panjang ia tersenyum kearah Yura. Lelaki itu mengambil kursi tepat di hadapan Yura. Ia duduk lalu meletakkan tas bepergiannya di tanah. Bunyi bum keras membuat Yura agak berjingkat. Kemana saja orang ini hingga ia harus membawa barang sebanyak itu, batinnya.

“Yura.”

Yura mendongak. Iris kecoklatan lelaki itu menangkap penglihatannya. “Ya.”

“Kau sudah besar ya.” Entah gundukan bawang putih dari mana, lelaki paruh baya itu nampak berkaca-kaca. Seolah ia telah menyimpan segunung rindu bagi Yura yang telah ia tinggalkan semasih kecil. Melihat hal itu Yura hanya tersenyum masam. “Sudahah. Aku sudah hidup dengan baik.” Kata Yura.

Manik cokelat lelaki itu tiba-tiba membulat. Menyadari kilatan hijau zamrud yang berasal dari gelang Yura. “Kau masih memakainya?”

Yura terkesiap. Digosoknya gelang itu perlahan. “Aku tidak tahu. Terkadang gelang ini menyengat kulitku. Tetapi tetap saja, aku selalu memakainya.”

“Dulu aku pernah bilang. Gelang itu untuk penangkal setan. Aku setan-nya, Yura. Itu gelang ibumu. Dan aku telah membunuhnya. Maafkan aku”

Leave Your Review Here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s